Tentang Ericka Abdullah

KES

Bersama Ippho Santosa, dalam KES (Khalifah Entrepreneur Shcool)

Ericka Abdullah, adalah sebuah nama “maya” yang diciptakan pemilik laman ini untuk keperluan bisnis. Tanpa bermaksud memalsukan identitas sebenarnya, penulis menggunakan nama Ericka agar lebih simple dan “eye cathing” sedangkan Abdullah adalah nama keluarga, yang menurutnya lebih mudah diingat dan dikenal karena lebih simple

Terlahir dari Ayah asli Kota Bondowoso, dan Ibu asli Kota Jombang Jawa Timur, perempuan berperawakan tinggi besar ini tumbuh besar ditengah-tengah keluarga yang berlatar belakang pedagang di Kota yang sejuk dan damai – Bondowoso –

Selama delapan belas tahun, Ericka tinggal di Bondowoso, mengenyam pendidikan mulai dari TK (Taman Kanak-kanak) hingga SMU (Sekolah Menengah Umum) kemudian melanjutkan ke jenjang universitas di Kota Jember, dan lulus dari Fakultas Teknologi Pertanian, jurusan Teknologi Hasil Pertanian pada tahun 2004. Setelah lulus dari Kampus UNEJ, Ericka merantau ke beberapa kota di Jawa Timur selama kurang lebih sepuluh tahun. Saat ini beliau mengelola sebuah bisnis fashion manufacture di kota kelahirannya.

Photo Session

Sesi Pemotretan Koleksi Pakaian Musim Dingin

Ericka mengenal dunia bisnis sejak sangat dini. Kebiasaan berdagang yang diajarkan Ayah – Ibunya di Toko Kelontong milik keluarganya, membuatnya tertarik menekuni dunia bisnis, tapi bukan berarti menjadi seorang entrepreneur itu lantaran ada keturunan atau latar belakang bisnis saja, Anda semua bisa menjadi seorang pebisnis jika anda mau. Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk sukses.

Selain memperoleh ilmu langsung dari ayah dan ibunya, Ericka juga sangat aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar tentang wirausaha sejak di bangku kuliah. Menjalakan bisnis kecil-kecilan dengan membuat kerajinan tangan, kemudian dijual kepada teman-temannya, sudah ia lakukan sejak kelas 2 SD hingga SMA. Buku-buku tentang pengembangan wirausaha juga menjadi bacaan sehari-harinya.

Dia juga pernah menekuni bisnis Direct Selling beberapa produk kecantikan, dan juga Multilevel Marketing (MLM) produk kesehatan hingga parfume, rata-rata produk yang dijualnya adalah produk asing. Bisnis model ini tidak bertahan lama ditangannya, karena selain sistem yang kurang menguntungkan menurutnya, Ericka lebih tertarik pada produk lokal sehingga bisa mengangkat perekonomian nasional.

Hingga akhirnya waktu mengarahkannya pada bisnis hijab, yang membawanya pada kancah Internasional sejak lima tahun lalu. Saat ini, Ericka memimpin sebuah perusahaan enterprise sejak tahun 2014, yang bergerak di dunia konveksi – pakaian jadi (Fashion Manufacture).

Rata-rata 90% produknya diekspor ke berbagai manca negara. Meski masih dalam jumlah kecil, namun dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, omset yang dicapai sudah menyentuh angka ratusan juta rupiah. Pasarnya meliputi 5 Benua, Asia, Australia, Eropa, Afrika dan Amerika.

.. Menjadi Entrepreneur bukan karena faktor keturunan, tapi karena kemauan! Siapapun Anda, berhak untuk sukses ..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s