Tips Persaingan Harga Pasar

Camera 360

Saat mengikuti Bazaar di Singapore

Selamat pagi sahabat ericka! Apa kabar pagi ini? masih terlelap dalam mimpi kah? setelah semalam merayakan pergantian tahun? ūüôā

Anyway … wishing you a very fruitful and prosperous year ahead ya .. Happy New Year 2016!

Ok pagi ini, penulis akan berbagi pengalaman tentang bagaimana menghadapi persaingan harga pasar dari produk yang kita jual. Apa yang harus kita lakukan agar bisa bertahan di pasar global ?Seperti yang kita ketahui, semenjak maraknya bisnis¬†on-line, persaingan semakin ketat, banyak penjual yang memberikan penawaran¬†“murah gilaa”, dengan diskon besar-besaran, harga¬†miring yang sudah hampir roboh sekalipun :), membuat kita bingung harus menjual barang di harga berapa?!

Kadang penulis sendiri-pun heran, bagaimana mereka bisa memproduksi barang dengan sangat murah, bahan baku yang diperoleh dari mana? atau suplier mana yang bisa memproduksi barang semurah itu? apakah ini permainan bisnis, atau bentuk penipuan?

Nah .. jika anda punya pengalaman seperti ini, mari kita diskusikan bersama disini. Pada dasarnya, biaya produksi itu tergantung dari beberapa hal, yaitu biaya bahan baku, biaya operasional produksi, biaya pendukung produksi lainnya (biaya transportasi, biaya fotografi, biaya multimedia, dll) juga besar kecilnya kuantiti atau jumlah produksi suatu barang.

Semakin besar kapasitas produksi, maka ada banyak biaya penyokong yang bisa ditekan, tapi resikonya kita harus punya pasar besar untuk memasarkan produk kita, agar tidak over stock. Ingat ya .. di Indonesia, khususnya pasar fashion berubahnya sangat cepat mengikuti trend!

Perputaran trend fashion baik baju, hijab, aksesoris di Indonesia amat sangat cepat. Menurut pengamatan penulis, trend hijab saja .. bisa berubah hampir tiap minggu. Kalau kita memproduksi dalam jumlah besar, tapi pemasaran tidak maksimal, lalu kemana barang tersebut akan dipasarkan jika sudah lewat dari trend ?

IMG_20131228_131804

Booth Bazaar di Singapore

Maka sekarang tidak sedikit produsen hijab, makanan, aksesoris yang memproduksi dalam jumlah sedikit, bahkan ada yang lebih memilih Made by Order untuk menghindari over stock yang akan menyebabkan macetnya perputaran modal.

Lalu bagaimana dengan persaingan harganya ? Untuk mengantisipasi harga, perlu digaris bawahi, bahwa berbisnis itu adalah untuk mencari profit.  Maka ketika kita menjual harga dibawah harga produksi, itu bukan bisnis namanya!

Kita tidak perlu takut dengan penjual lain yang menjual harga lebih murah. Selalu tampilkan kelebihan-kelebihan produk kita, mengenai kualitas bahan, kualitas produksi, kualitas rasa, manfaat kesehatan,  jika berjualan makanan. Pelayanan yang baik, terkadang membuat pelanggan tidak memikirkan masalah harga, selain itu kenali konsumen anda!

Jangan pernah takut untuk memberikan harga sesuai dengan standar yang kita miliki. Memang kebanyakan pembeli menginginkan harga murah, dengan kualitas barang yang tinggi, tanpa pernah memikirkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi produsen.

Tapi tidak semua konsumen membayar murah untuk setiap barang yang mereka inginkan, masih ada konsumen yang mengerti kualitas dengan harga yang kompetitif. Jadi jangan pernah takut dalam berbisnis ya .. dan jangan pernah ragu dengan harga yang anda tawarkan ūüôā

Mengenai konsumen, menurut Coach Adam Nova, terbagi menjadi beberapa kelas, nah inilah yang menjadi kunci pemasaran kita! Siapa saja yang akan menjadi fokus pasar kita. Pembahasan mengenai kelas konsumen, akan penulis bahas pada tulisan selanjutnya.

Selamat menikmati akhir pekan pertama tahun 2016!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s