Women’s Day

37

8 Maret 2016 hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional, yang mengusung tema kesetaraan gender bagi wanita #PledgeForParity. Lalu seperti apakah sosok perempuan seharusnya, hingga mendapat hari special dibanding laki-laki ?

Dalam Islam sendiri, seorang perempuan adalah makhluk yang dimuliakan Tuhan, bahkan Rasulullah juga mengajarkan kita untuk memuliakan ibu hingga tiga kali diucapkan dalam satu kalimat. Dalam Islam perempuan setara dengan laki-laki, tapi ada hal lain yang menjadikan laki-laki lebih utama dibanding perempuan, tanpa mengurangi hak perempuan.

Menjadi perempuan, adalah rahmat karena dari kitalah akan terlahir generasi penerus, boleh dikatakan perempuan adalah sumbu nya dunia .. Tanpa wanita, sungguh dunia tak kan berwarna! Tanpa wanita tak kan ada tangis .. begitu kata Bob Marley.

Sebagai seorang wanita, seharusnya mampu memberi warna dimana saja berada, tidak harus menjadi pekerja kantoran, tidak pula harus menjadi seorang bos di sebuah perusahaan bergengsi atau menjadi seorang pengusaha.

Siapapun anda, dan apapun kiprah anda, perempuan adalah sumber perubahan dunia, karena perempuan adalah pusat peradaban. Perempuan ibarat sebuah kuas lukisan yang mampu memberikan ribuan warna pada sebuah kanvas, hingga menjadi lukisan yang indah.

Tidak perlu menunggu menjadi “siapa” untuk berbuat sesuatu bagi dunia ini, tapi sebaiknya bersegeralah berbuat sesuatu untuk sebuah perubahan kecil, memulai dari lingkungan terkecil. Lalu apa yang bisa kita lakukan dan perubahan seperti apa?

Memang berbicara secara teori itu mudah, tapi mungkin ini bisa menginspirasi anda, tentang apa yang bisa kita lakukan. Pada dasarnya, kenali siapa diri kita, kelebihan apa yang kita miliki, dan peluang apa yang ada di sekitar kita.

Contoh kongkritnya, jika kita terbiasa on line maka mulailah untuk bijak terhadap apa yang kita posting, biasakan untuk tidak mengomentari hal-hal yang tidak penting, dan perbanyaklah memanfaatkan fasilitas internet untuk  “mencari & berbagi ilmu” sehingga lingkungan “dunia maya” anda akan juga “terpengaruh” untuk bijak dalam beraktifitas di dunia maya.

Contoh lain adalah melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Saya mempunyai seorang teman yang mendedikasikan dirinya untuk membantu mengembangkan bakat bagi anak-anak tuna netra dan penyandang cacat lainnya, beliau dan suami terbilang cukup aktif mengadakan event bahkan membantu menerbitkan Al Quran braile untuk teman-teman tunanetra.

Dian Ika Riani.jpg

Photo Source : FB Dian Ikar Riani, Berkacamata frame hitam paling bawah 🙂

Tidak banyak orang yang peduli pada para penyandang cacat, padahal keberadaan mereka adalah karunia bagi kita yang “terbilang” sempurna, agar kita selalu bersyukur, tanpa bermaksud “melabeli” mereka sebagai orang kurang sempurna. Kiprah Mbak Dian Ika Riani sangatlah berarti bagi mereka, meskipun masih dalam lingkungan kecil, tapi beliau sudah mampu membuat perubahan dan warna bagi dunia ini.

Ada contoh lain lagi, dari seorang “teman maya” saya,  Mbak Ersa Tri Wahyuni, seorang dosen dan peniliti di Universitas Padjajaran Bandung, yang baru saja menyelesaikan kuliah S3 – Phd di Universitas Manchester Business School UK.

Kiprah beliau sebagai peneliti, penulis text book dan buku, pembicara ahli, sekaligus seorang istri dan ibu dari dua putrinya yang cerdas, membuat saya kagum. Memang kami belum pernah bertemu secara offline, tapi dari banyak kegiatan yang beliau posting, tulisan dalam blog maupun beberapa website tentang akuntansi, dan juga video youtube, saya yakin memang perempuan yang jago masak ini adalah perempuan yang luar biasa.

Ersa

Photo Source : FB Mbak Ersa bersama Paul Pacter, Member of IASB pada World Standard Setter Conference – London 2011

Nama beliau sudah menjadi langganan pembicara seminar tingkat dunia, khususnya tentang akuntansi dan keuangan. Bahkan namanya diperhitungkan dan disejajarkan dengan profesor – profesor akuntansi tersohor tingkat dunia.

Untuk mencapai semua itu, saya yakin beliau memulainya dari hal kecil dan pasti mempunyai mimpi yang besar hingga sampai pada titik sekarang. Ersa Tri Wahyuni, mengharumkan nama Indonesia di kancah internaional.

Membuat warna dunia ini lebih cantik dengan pemikiran dan kiprahnya di dunia akunting, dan menjadikan saya sebagai seorang penduduk Indonesia, ikut bangga pada beliau. Semoga kedepan, akan semakin banyak perempuan-perempuan Indonesia yang memberi warna tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.

Untuk semua perempuan di Indonesia .. semoga besok kita akan lebih banyak lagi memberi warna untuk dunia kita, mari kita mulai dari lingkungan terkecil di sekeliling kita.

Selamat Hari Perempuan!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s