Tips Menarik Minat Pembeli Ala Rasulullah

mbok sayur 1.jpg

Photo Source : blogarekenom.blogspot.co.id

Memulai segala jenis bidang usaha atau istilah kekiniannya adalah menjadi seorang entrepreneur, bukanlah hal yang sulit tapi juga bukan hal yang mudah untuk dijalani.

Menjadi seorang entrepreneur, berarti anda bertanggung jawab pada kemajuan perusahaan / usaha yang anda jalankan, sekaligus bertanggung jawab terhadap hak karyawan yang harus anda bayar, dan juga beban pengeluaran lain yang muncul akibat dari proses produksi.

Ketika belum memutuskan membuka usaha sendiri, banyak orang hanya membayangkan keuntungan besar dan kesuksesan yang mungkin akan diraih jika memiliki usaha sendiri. Tapi realitanya, ketika kita sudah memiliki usaha sendiri, ada banyak pesaing usaha yang juga menjual produk sama persis dengan yang anda jual.

Segala macam teori marketing coba kita terapkan dalam usaha kita, berbagai sumber nasehat para motivator juga telah anda jalankan 100%, promosi bahkan endorsement package juga sudah dikirim ke beberapa artis yang mungkin bisa menaikkan sales rating perusahaan.

Anehnya tak jarang setelah semua usaha sudah dikerahkan, pembeli tak juga kunjung datang, grafik penjualan pun tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan. Pendapan sudah pasti akan menurun, sedangkan biaya yang harus dibayar adalah tetap (fixed cost).

Nah .. ini ada sebuah kisah nyata dari seorang pedagang sayur keliling, bagaimana menarik pembeli. Sebut saja namanya Mak Sih, beliau umurnya kurang lebih 65 tahun, tapi badannya masih bugar, dan mampu mengangkat bakul sayur penuh di atas kepala sambil berjalan puluhan kilometer.

mbok sayur.jpg

Photo Source : Photografi Indonesia

Siang itu seperti biasa beliau mampir ke rumah kami, kemudian beliau bercerita bahwa beberapa hari ini, dagangannya tidak laku, alias sepi pembeli. Tentunya sedih yang dirasakan, karena hanya dari jualan sayur itu Mak Sih bisa makan. Akhirnya dia pulang dan sholat kemudian memperbanyak shalawat, berharap ada pertolongan Allah dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya

Dan benar! Pertolongan Allah itu sangat dekat, tiba-tiba ada orang yang datang membeli semua dagangannya. Tahukah anda berapa rupiah yang diperoleh Mak Sih ketika itu? Menurut pengakuannya dia mendapatkan uang Rp. 16,000 untuk seluruh dagangan yang beliau miliki hari itu. Syukur tiada henti beliau ucapkan, karena dengan uang itu, beliau bisa membeli beras untuk makan.

MashaAllah … mari berkaca pada diri kita sendiri, berapa harga dagangan yang anda punya ? bukankah dagangan anda itu harganya diatas lima puluh ribu? Bahkan satu jilbab bisa berharga lebih dari seratus ribu, dan ketika Allah menahan rejeki kita, dengan tidak ada orang yang membeli,serta merta kita menggerutu dan merasa lebih pintar dari Allah.

Kita lupa bahwa sehebat apapun usaha kita, Allah-lah yang menggemgam rejeki kita, dan hanya Allah yang mampu menggerakkan hati pembeli untuk datang dan membeli dagangan kita. Allah juga yang meluaskan kesempitan kita.

Maka mari lebih mendekatkan diri kepada Allah dan lebih mencintai Rasul-Nya. Niatkan bahwa usaha kita, tidak lain hanya untuk mencari Ridho Allah.

Bahkan ada sebuah kisah seorang  penjual roti yang ditemui sahabat di jaman Rasulullah, karena setiap hari dagangannya selalu habis. Kemudian diketahui bahwa orang ini selalu membaca istighfar ketika mulai mengadoni kuenya hingga selesai berjualan, tidak pernah lepas dari mengingat Allah.

Mari belajar pada Mak Sih, seorang pedagang sayur keliling, yang bahkan ilmu marketing saja beliau tidak paham, tapi beliau paham betul bahwa Allah sajalah sang Rajanya marketing! yang mampu menarik pembeli dari arah yang tidak disangka-sangka untuk membeli dagangannya ..

 

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s