Menjaring Pasar Luar Negeri dengan Alibaba

alibaba

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapat e-mail dari situs e-commerce Alibaba Indonesia, tentang langkah Presiden Jokowi menjalin kerjasama dengan Alibaba China, untuk meningkatkan peluang pasar Internasional bagi UMKM

Siapakah sebenarnya Alibaba ? dan bagaimana sistem kerja yang ditawarkan ? apakah efektif dalam memasarkan suatu produk di pasar Internasional ?

Saya pribadi mengenal situs alibaba sejak tahun 2006, ketika itu saya bekerja pada perusahaan forwarding (jasa pengurusan dokumen eksport import) di Surabaya. Salah satu Marketing Supervisor saya, Ibu Erny, mengenalkan saya tentang Alibaba ini. 

Beliau meminta saya untuk mencari barang di situs ini. Saya diminta mendaftar dengan e-mail pribadi saya. Sejak saat itu saya aktif browsing tentang produk-produk yang kami butuhkan.

Waktu itu, saya juga berdagang hijab skala kecil, dari teman ke teman saya menawarkan produk hijab yang saya beli dari pasar grosir. Pangsa pasar masih luas, karena belum banyak orang berjualan via media sosial.

Dan ketika pasar lokal sudah mulai jenuh, saya membaca peluang untuk memasarkan produk baju muslim melalui situs alibaba ini. Sejak 2007 saya aktif berjualan via Alibaba, tapi hanya sebagai member gratis, yang aksesnya sangat terbatas

Alibaba adalah situs jual beli tingkat internasional yang didirikan oleh Jack Ma, seorang milyarder berkebangsaan Cina. Melalui situs ini semua penjual ataupun pembeli bisa dengan mudah mengakses info tentang produk yang dijual, ataupun menghubungi supplier produk yang sedang kita cari.

Awalnya situs ini “sangat ramah” kepada anggotanya. Bagi member gratisan, dia memperbolehkan kami untuk memiliki toko online dan menampilkan kurang lebih 10 – 20 produk. Selain itu kita masih diperbolehkan untuk menghubungi “buyer” yang mencari produk sesuai dengan apa yang kita jual, syaratnya hanya boleh menghubungi buyer yang memasang “buying post” lebih 1 bulan

Saya memanfaatkan peluang itu, setiap hari saya selalu mencari buyer, mengirimkan e-mail penawaran tentang produk yang saya jual. Hingga di tahun 2008 saya mendapatkan buyer pertama dari Sydney Australia, lalu berlanjut dari Malaysia dan Thailand.

Pada awal-awal pendirian situs ini, untuk menjadi member premium, anda dikenakan biaya tahunan sebesar Rp. 5,000,000 per tahun, dengan fasilitas yang diberikan seperti bisa mengakses buyer premium, boleh menampilkan lebih dari 20 produk, mendapatkan informasi tentang “keabsahan” pembeli atau verified buyer sehingga kita terhindar dari scammers (penipu dunia maya)

Dana sebesar lima juta, adalah jumlah yang sangat besar ketika itu. Sehingga saya belum berani mendaftar sebagai member premiumnya. Saya masih setia menjadi free member dan terus mencari peluang yang bisa saya ambil.

Hingga akhirnya di tahun 2012 (kalau tidak salah ingat) usaha saya semakin berkembang, saya memutuskan untuk menjadi premium member. Kala itu, Alibaba sedang promo biaya tahunan untuk premium membership.

Tahun 2012 biaya premium membership sudah mencapai angka kurang lebih 10 juta per tahun, tapi harga promo saat itu sekitar USD 400 per 2 tahun ~ rate Rupiah masih di bawah sepuluh ribu. Saya memutuskan untuk mendaftar, karena peluang yang sangat bagus.

Menjadi member premium alibaba, maka anda akan diminta data-data tentang perusahaan Anda, ijin usaha, dan segala macam bentuk legalitasnya. Anda juga akan di-verifikasi via telepon oleh badan akreditasi Internasional dari Australia, yang bekerjasama dengan Alibaba.

Saya sempat kelimpungan, karena ketika itu saya belum punya ijin usaha ataupun NPWP sama sekali. Beruntung ada ibu saya yang mempunyai Toko Peracangan dan sudah berijin serta memiliki NPWP. Akhirnya saya menggunakan semua surat legalitas yang prosesnya juga melibatkan cap stempel dari Notaris.

Setahun berjalan, pembeli saya meningkat drastis terutama dari Malaysia dan Singapore. Produk yang paling nge-hitz ketika itu adalah Ninja Hijab, karena di situs alibaba belum banyak penjual hijab dan baju muslim. Toko saya termasuk penjual dengan rating tertinggi untuk produk ini.

Di tahun 2014 kontrak saya dengan Alibaba berakhir, tapi ketika itu masih ada promo lanjutan, untuk 1 tahun premium membership sebesar USD 500, kurang lebih sekitar 6 juta rupiah. Dan saya-pun melanjutkan kontrak dengan Alibaba.

Tapi sayangnya di tahun ini, Pelayanan Alibaba mulai menurun, menurut saya Alibaba mulai “pilih kasih” pada membernya. Member dari Indonesia sangat dibatasi aksesnya, mereka lebih mengutamakan supplier China, Pakistan, dan India

Akses pada premium buyer mulai berkurang, ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi untuk menghubungi pihak buyer. Akses untuk mengirimkan e-mail perhari juga semakin dibatasi. Tentunya saya merugi dengan aturan-aturan baru yang mereka buat. Hingga akhirnya di tahun 2015 saya tidak memperpanjang kontrak dengan Alibaba.

Pendaftaran Alibaba semakin mahal, apalagi ketika situs ini terdaftar di pasar saham Amerika, dan menjadi salah satu situs termahal di dunia. Alibaba bukan lagi milik Jack Ma secara individu, alibaba sudah menjadi milik orang banyak melalui saham yang dijual.

Bahkan di tahun 2015, saya dihubungi oleh sebuah perusahaan di Bandung yang ternyata sudah menjadi bagian dari Alibaba ini, mereka menawarkan untuk menjadi member tetap Alibaba “melalui mereka” dengan uang pendaftaran sebesar 20 juta!

Wow .. angka yang tinggi bagi golongan UMKM seperti saya! dan yang lebih mencengangkan lagi, Lah kok Pak Jo justru menggandeng situs ini untuk meningkatkan daya jual UMKM Indonesia di Pasar Cina??

Mengapa tidak merangkul situs e-commerce Indonesia yang sudah ada seperti yuk bisnis, buka lapak, tokopedia, indonetwork, atau bahkan menciptakan sendiri situs semacam “Alibaba” versi Indonesia lalu membantu memasarkan ke Luar Negeri? kalau memang serius “membantu” UMKM .. begitu pendapat saya

Intinya produk Indonesia itu sebenarnya memang berkualitas, tapi sayangnya “orang kita” sendiri yang terus menerus meragukan kualitasnya .. hmm sedih ya!

Tapi jangan bersedih dan jangan kuatir, apalagi hari Senin .. harus semangat! Karena keberhasilan dan kesuksesan pasar kita TIDAK ditentukan oleh hal-hal tersebut diatas, tapi lebih kepada HUBUNGAN kita dengan Allah!

Selamat berkarya .. dan salam sukses selalu

 

Advertisements

5 thoughts on “Menjaring Pasar Luar Negeri dengan Alibaba

  1. Trus gimana mbak sekarang? bisnis apa yang mbak tekuni? selain yang kemaren mbak bilang freelance tourguide ya..Hebat si mbaknya, jago bisnis..
    Aku suka loh liat2 barang di Alibaba, tapi bingung belinya gimana kalau masuk ke Indo kan dikenakan custom ya…?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s