Resiko Bisnis Barang KW Branded

DSCN6854.JPG

Pasar Hijab Malaysia, Photo taken by Mimamia Fashion

Menjamurnya produk barang bermerek tapi palsu, atau yang lebih dikenal dengan istilah Barang KW, menempatkan pasar barang KW di Indonesia  menjadi salah satu lahan bisnis yang menggiurkan.

Permintaan pasar akan barang KW ini meningkat tajam seiring dengan meningkatnya pola gaya hidup masyarakat Indonesia yang cenderung “konsumtif – branded minded”. Hal ini juga dipengaruhi oleh gaya hidup artis ibu kota, yang sering pamer produk bermerek di sosial media mereka, sehingga secara tidak langsung memberi contoh kurang tepat kepada masyarakat.

Pola pikir menggunakan “barang bermerek – branded item” untuk meningkatkan kelas sosialita, menjadikan sebagian masyarakat Indonesia menjadi “kalap belanja” dan merasa lebih percaya diri jika apa yang mereka kenakan adalah barang bermerek, meski PALSU!

Peluang pasar pada tingkatan inilah (menengah ke bawah) yang menjadi incaran para pebisnis barang KW untuk meraup jutaan bahkan milyaran rupiah setiap harinya.

Jika kita mengunjungi beberapa pusat perbelanjaan di kota-kota besar, tidak sedikit toko-toko yang menjual barang bermerek terkenal dengan harga yang sangat murah dibanding harga aslinya.

Konon barang-barang KW ini ada yang produksi lokal dan juga impor dari Cina. Seperti kita tahu, Cina bisa disebut “Mekkah” nya barang KW, hampir semua produk bermerek Eropa maupun Amerika bisa kita temui di negara ini.

Lalu .. apakah salah berbisnis barang KW ?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, butuh beberapa sudut pandang dan analisa mendalam agar bisa memberikan solusi yang tepat bagi seluruh pihak yang terkait.

Pertama secara hukum perdata di Indonesia, ada UU no. 15 tahun 2001 tentang Merek, yang meliputi merek dagang maupun merek jasa.

IMG_20131228_131804

Bazar Stand at Marina Bay Singapore

Jelas disebutkan pada Bab XI tentang penyelesaian sengketa, bagian gugatan atas pelanggaran merek, bahwa pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan terhadap pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan merek tersebut melalui pengadilan niaga.

Pada bab-bab selanjutnya juga dijabarkan tentang hukuman, denda hingga putusan pidana bagi siapapun yang melanggar UU merek, baik memalsukan, meniru, hingga mendistribusikan dan memperdagangkan.

Adapun putusan pidana bagi para pelaku pemalsu merek ini terbagi menjadi beberapa kasus, mulai hukuman penjara maksimal 5 tahun hingga denda uang sebesar 1 Milyar Rupiah. Untuk lebih jelasnya, UU no. 15 tahun 2001 bisa diunduh disini

Bagaimana secara hukum internasional ?

Memasarkan produk anda secara online, artinya membuka pintu pembeli seluas-luasnya dimanapun mereka berada , tidak terbatas oleh teritorial.

Akan tetapi ada hukum teritorial yang berlaku di dunia Internasional. Akhir tahun kemarin, saya yang tergabung sebagai freelance tourguide dalam salah satu situs pariwisata internasional yang bermarkas di Canada, http://www.toursbylocal.com, mendapat surat elektronik peringatan dari pihak manajemen.

Tim manajemen toursbylocalmenghimbau kepada seluruh tour guide – nya dari berbagai belahan dunia, untuk menurunkan atau “shut down” foto-foto tempat pariwisata yang bukan menjadi hak milik para guide dari websitenya.

Hal ini dikarenakan, pihak toursbylocal mendapat sanksi pidana dan harus membayar jutaan dolar atas klaim penyalah gunaan karya fotografi berbagai tempat wisata dunia pada websitenya.

Nah .. bagi anda pelaku bisnis barang KW, sudah saatnya anda memikirkan hal ini. Karena di Eropa dan Amerika ada banyak perusahaan IT yang bergerak pada bidang perlindungan merek, yang membantu pemilik merek untuk menelusuri toko online maupun penjualan produk palsu secara on line diseluruh dunia, agar menghentikan produksi dan transaksinya.

salah satu persusahaan perlindungan merek di Eropa adalah Pointer Brand Protection yang berkedudukan di Amsterdam Belanda. Mereka siap menjadi partner anda sebagai “Fake Branded Police” yang akan membantu menyelesaikan masalah pemalsuan merek.

Tentunya jika berurusan dengan hukum internasional, sanksinya akan lebih besar, dan parahnya si Polisi Barang bermerek ini juga secara teknologi akan mematikan “ruang gerak” anda di dunia maya! Sehingga anda tidak akan bisa lagi berjualan online.

Analisa Bisnis

Setelah melihat dua sudut pandang diatas, kira-kira apakah anda masih ingin menjalankan bisnis ini?

Memang secara alur bisnis dan permasalahan sosial, bisnis barang KW bisa menjadi tumpuan ribuan pekerja yang turut andil didalamnya, tapi dari segi prospek bisnis jangka panjang, bisnis barang KW bukanlah pilihan yang tepat bagi anda yang ingin berwirausaha

Solusinya, mulailah membangun merek atau yang biasa kita sebut dengan istilah “BRANDING”. Memang tidak mudah membangun merek dari awal, tapi hasilnya akan kita rasakan jauh kedepan.

Mari ajari masyarakat kita untuk bergaya hidup yang wajar, belilah sesuatu sesuai dengan kemampuan kantong anda, dan ajari mereka mencintai produk-produk Indonesia. Kalau bukan kita .. lalu siapa lagi ?

Salam Sukses Dunia Akhirat!

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Resiko Bisnis Barang KW Branded

  1. Ih, syerem juga Kalo terseret ya. Aku pernah dikasih tas bermerek gitu yang KW lah, mirip banget sama aslinya. Tapi hampir nggak pernah tak pake, agak males, biasa beli n pake tas produk lokal.#hahaha,
    Pernah juga diajakin buat join jualan tas2 KW ini, menggiurkan sih. Tapi untungnya nggak jadi, kutolak. Sebab takut euy, resiko gede

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s