Laporkan Pajak Anda Sekarang!

Bulan April adalah bulan paling sibuk bagi seluruh pengusaha maupun pelaku bisnis kecil, dan juga pengurus organisasi sosial maupun koperasi yang telah berbadan hukum.

Karena setiap pelaku usaha maupun pribadi yang telah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) harus melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) Pajaknya. Untuk anda pemegang NPWP Pribadi, wajib melaporan SPT tahunan paling lambat sebelum tanggal 31 Maret

Sedangkan bagi pemegang NPWP Badan Usaha maupun Organisasi, wajib melaporkan SPT pajaknya sebelum tanggal 30 April setiap tahunnya. Pelaporan SPT dilakukan di kantor pajak sesuai wilayah domisili anda.

Tapi sekarang sudah ada e-SPT yang bisa dilakukan dari rumah, dengan menggunakan aplikasi SPT. Nah untuk bahasan e-SPT, belum akan dibahas pada tulisan ini, karena saya sendiri masih menggunakan SPT manual 🙂

Pajak Mimamia Bondowoso 1

Konsultasikan Jenis Laporan SPT dengan Petugas Pajak

Okey .. dari awal  bulan Maret hingga April, tidak sedikit yang berkeluh kesah tentang pelaporan pajak, ada yang mengeluhkan bingung dan sulit .. ada juga yang mengeluhkan harus antri lama di kantor pajak hanya untuk urusan lapor SPT.

Hmm .. pertama kali buat laporan pajak, SPT saya masih berstatus nihil .. karena baru buka usaha, jadi tidak terlalu pusing. Kemudian di tahun ke-2 sudah mulai ada kegiatan usaha, nah ini nih yang bikin sedikit “mumet” hampir pingsan!

Saya dan staf akunting sempat bolak-balik kantor pajak pratama Bondowoso, untuk konsultasi tentang jenis laporan dan surat yang harus dilampirkan, bahkan kami berdua sampai lembur mengerjakan SPT.

Dan ternyata .. membuat laporan pajak itu gampang!

Apa saja yang harus dilaporkan dalam pengurusan pajak tahunan? Untuk lebih jelasnya, bagi anda yang pertama kali berurusan dengan perpajakan, sebaiknya datangi kantor pajak terdekat, lalu konsultasikan jenis laporan pajak anda dengan petugas pajak.

Pajak Mimamia Bondowoso 2

Penyerahan Berkas SPT setelah diteliti Petugas Pajak

Biasanya petugas akan memberikan penjelasan detail terkait dengan NPWP yang anda miliki. Saya sebagai pemilik usaha yang berbadan hukum berbentuk CV (Commanditaire Vennootschaap), mempunyai dua jenis NPWP, yaitu NPWP pribadi dan NPWP badan.

Menurut penjelasan petugas pajak, sebagai owner badan dalam bentuk CV, maka saya wajib melakukan “Lapor SPT Pribadi” tapi tidak perlu melakukan pembayaran, karena sudah diwakili oleh laporan SPT badan usahanya, tapi jika jenis usaha anda berbentuk PT, maka direktur dan komisaris wajib melakukan lapor SPT Pribadi.

Apa saja yang diperlukan dalam pembuatan laporan SPT-tahunan ?

Untuk badan usaha berbentuk CV, dan usaha yang saya miliki bergerak di bidang perdagangan konveksi, KLU nya termasuk dalam nomor 14111. Nah berdasarkan klasifikasi ini, maka saya wajib melaporan SPT dengan format formulir 1771 disertai lampiran 1A dan 8A-2 (perusahaan dagang) sedangkan jika usaha anda industri manufaktur maka menggunakan lampiran nomor 8A-1

Lalu bagaimana dan apa dasar dari pengisian SPT ? 

Dasar untuk mengisi SPT Pajak adalah laporan Rugi Laba (Profit & Loss) dan Neraca (Balance Sheet) dalam satu masa periode (1 tahun). Nah untuk membuat laporan R/L dan Neraca dalam satu periode, dibutuhkan data laporan jurnal umum per bulan selama satu tahun / satu periode.

Jika usaha anda tidak tertib administrasi atau tidak melakukan pencatatan keuangan secara rutin dan berkala, Nah disitulah sumber masalahnya ketika harus melakukan laporan pajak 🙂 !

Pajak Mimamia Bondowoso 4

Nomor Antrian di KP2KP Bondowoso

Akibatnya anda tidak punya data untuk mengisi SPT, tapi jika anda melakukan pencatatan keuangan secara rutin, urusan lapor SPT akan semakin mudah. Serahkan saja pada staf akunting anda untuk membuatkan Laporan R/L dan Neraca dalam satu periode, kemudian dari hasil dua laporan tersebut, tinggal di input ke dalam formulir SPT.

Cara tercepat mengisi laporan SPT tahunan adalah mengisi form dari urutan paling akhir – awal. Jadi untuk Formulir SPT 1771, terdiri dari enam halaman, ditambah lampiran tambahan nomor 1A untuk jumlah angka penyusutan asset anda, dan form 8A-2 tentang isian laporan R/L dan Neraca.

Untuk lebih jelasnya, berikut saya tuliskan urut-urutan mengerjakan laporan SPT, pertama yang harus anda lakukan adalah :

  1. Susunlah laporan R/L selama satu periode (misal dari 1 Jan 2016 – 31 Des 2016)
  2. Buatlah neraca selama satu periode
  3. Input hasil laporan R/L dan neraca ke dalam lampiran no 8A-2
  4. Buatlah daftar penyusutan barang / asset yang anda miliki pada formulir lampiran nomor 1A
  5. Selanjutnya isikan form 1771 VI terlebih dahulu, jika tidak ada / perusahaan anda tidak memiliki daftar utang/piutang pada afiliasi, maka kosongi
  6. Lanjut pada form 1771 V mengenai jumlah modal awal yang disetor dan nama pengurus CV/badan usaha
  7. Kemudian isilah form 1771 IV tentang PPH Final, pada kolom ini untuk anda yang termasuk pengusaha kena pajak PPH pasal 46 tahun 2013,  isi kolom nomor 14 sesuai jumlah setoran pajak 1% yang telah anda bayarkan
  8. Lanjutkan ke form 1771 III, jika tidak ada transaksi maka kosongi dan lanjutkan pada form selanjutnya
  9. Pada form 1771 II, berisi tentang semua pengeluaran biaya, pokok penjualan yang didapat dari data Laporan R/L dan Neraca dalam satu periode
  10. Setelah itu lanjutkan mengisi form 1771 I yang berisi tentang jumlah peredaran usaha (omset) dan jumlah total biaya serta harga pokok penjualan, ini disebut sebagai Penghitungan Penghasilan Netto Fiskal.
  11. Form selanjutnya adalah 1771 – halaman 2, yang berisi tentang jumlah pajak yang anda bayarkan beserta info lampiran apa saja yang anda sertakan dalam SPT anda, beri tanda silang pada kolom yang anda pilih
  12. Terakhir adalah halaman depan form 1771, pada formulir ini saya biarkan kosong, karena memang tidak ada data yang perlu diisikan berdasar jenis usaha yang saya miliki. Hanya mengisi nama dan alamt wajib pajak serta periode laporan pajaknya

Nah .. mudah kan membuat laporan SPT-tahunan ? setelah anda print pada kertas F4, oh ya jika anda mengisi laporan ini dalam bentuk file excel, ubah dulu ke bentuk file PDF sebelum di print.

Karena format lembar yang tercetak, harus memenuhi standar scanning data kantor pajak. Perlu diketahui, format lembar kertas yang anda cetak harus muncul empat garis hitam di setiap sudut formulirnya, sebagai batas scan data dalam program komputer mereka.

Anda juga bisa menuliskan dalam bentuk manual tulisan tangan, dan bagi anda yang sudah lebih mahir, bisa menggunakan fasilitas e-SPT. Mintalah aplikasi e-SPT pada petugas, lalu install dalam komputer/laptop anda.

Oh ya .. ketika mengantarkan SPT tahunan, pemilik usaha harus datang langsung, dan apabila diwakilkan kepada orang lain, maka harus ada surat kuasa bermaterai 6000.

Nah bagi anda yang masih mengerjakan laporan SPT, semoga lancar ya 🙂 ditunggu laporannya sampai tanggal 30 April besok lusa (via e-SPT) karena bertepatan dengan hari Minggu, atau anda bisa mengirimkan via Pos per tanggal 29 April besok.

Semoga tulisan ini bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s